SPEKTRO PLUVIOMETER SEBAGAI ALAT PENENTU DIAMETER DAN KECEPATAN JATUH BUTIRAN HUJAN
DOI:
10.29303/ipr.v3i1.32Downloads
Abstract
Cuaca merupakan gejala alam yang terjadi dalam waktu yang relatif singkat, dan perubahan cuaca yang tiba-tiba dapat menimbulkan kejadian bencana alam. Fenomena cuaca yang berdampak langsung antara lain adalah hujan. Dalam penelitian ini dilakukan penentuan diameter dan kecepatan jatuh butiran hujan. Diameter dan kecepatan jatuh butiran air yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai pemodelan butiran hujan yang bermanfaat untuk mitigasi bencana. Penelitian ini menggunakan metode optical spektro pluviometer yang dilengkapi dengan laser diode sebagai pemancar cahaya dan sensor cahaya TEMT6000 sebagai penerima cahaya. Prinsip kerja spektro pluviometer berdasarkan perubahan tegangan yang dihasilkan oleh butiran hujan ketika menghalangi cahaya ke sensor. Diameter butiran air yang terukur yaitu diameter butiran air hasil observasi (Dobs) berkisar pada rentang 3,8 mm – 5,7 mm, diameter butiran air hasil model (Dmod) berkisar pada rentang 3,6 mm hingga 5,5 mm. Kecepatan jatuh butiran air hasil observasi (vobs) pada rentang 0,98 m/s – 1,7 m/s dan hasil kecepatan jatuh butiran air hasil model (vmod) pada rentang 0,9 m/s hingga 2,5 m/s.
References
Zahrial, Baetina. 2015. Penentuan distribusi butiran hujan di wilayah Labuapi. Skripsi. FMIPA UNRAM.
Tjasyono, Bayong., 1999, Klimatologi Umum, Penerbit ITB : Bandung.
Tukidi. 2010. Karakteristik Curah Hujan di Indonesia. Jurnal Geografi, Vol.7, No. 2 : 136-145.
Hauser, D., Amayenc, P., Nutten, B., & Waldteufel, P. (1984). A new optical instrument for simultaneous measurement of raindrop diameter and fall speed distributions. Journal of Atmospheric and Oceanic Technology, 1(3), 256-269.
License
Authors retain the copyright to their work and grant Indonesian Physical Review a non-exclusive right of first publication. All articles are published under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0). Authors retain their publishing rights without restrictions and may distribute, deposit, or reuse the published version of their work, provided that its initial publication in Indonesian Physical Review is properly acknowledged. Indonesian Physical Review does not require authors to transfer copyright to the journal or publisher.

